Berikut ini adalah ulasan tentang terapi ikan, perlu anda ketahui karena ada bahayanya,
Terapi Ikan Menularkan Virus Hepatitis C
Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa terapi ikan berbahaya dan
dan menjadi salah satu faktor penyebaran infeksi Hepatitis C. Seperti
dikutip laman Telegraph, para dokter menyatakan, pedikur ikan bisa
menyebarkan infeksi dari orang ke orang melalui luka terbuka dan
menyebabkan terjadinya penyebaran infeksi hepatitis C. “Mereka yang
dengan diabetes, psoriasis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah sangat
rentan,” ujar Lembaga Perlindungan Kesehatan di Inggris yang telah
mengeluarkan peringatan tersebut.
Aktivitas terapi ini memang sangat digilai sebagian masyarakat dunia
termasuk di Asia Timur. Namun, beberapa negara bagian AS, termasuk
Florida, Texas, New Hampshire dan Washington, sangat mengkhawatirkan
metode ini, karena takut, infeksi dapat menyebar melalui luka terbuka.
Inilah sebabnya mengapa beberapa negara di AS, melarang layanan terapi
ikan.
Tak hanya itu, kondisi kolam terapi ikan yang terlalu kecil dan
seringkali digunakan oleh banyak orang, dikhawatirkan pula menjadi
sarang berkembangnya mikroorganisme, dengan demikian masalah kesehatan
dapat meningkat, baik ketika bakteri ditularkan oleh ikan, atau dari
kondisi airnya sendiri dan dari satu orang ke orang lainnya.
Sesungguhnya, air dalam bak terapi ikan harus selalu disterilkan. Namun,
karena khawatir ikan Garra Rufa yang ada di dalamnya mati, sehingga,
pemilik layanan terapi ini, jarang sekali melakukan steriliasi air.
Salah seorang dermatolog asal India, Swati asli Mumbai mengamati
masalah ini. Ini, katanya bisa menjadi konsekuensi berat. “Terapi ikan
yang mungkin tampak menyegarkan dapat mempengaruhi kulit. Dan dapat
menyebabkan infeksi kaki bagi beberapa orang. Kontak dengan darah atau
bakteri dari orang lain di dalam air dan juga ikan, dengan tubuh Anda
juga dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti HIV,” katanya.
Dokter kulit lainnya, Dr SS Trasi juga mengungkapkan bagaimana kulit
seseorang yang halus juga bisa menderita karena air dalam bak terapi
ikan yang tak higienis. “Selama perawatan, seseorang merendamkan kaki
dalam tangki yang berisi air hangat bersama dengan ikan kecil ompong.
Ikan-ikan itu hanya makan kulit mati, tetapi kadang-kadang mereka juga
cenderung menggigit kulit dengan luka terbuka,” katanya.
Meski masalah ini menjadi perdebatan para dokter di banyak negara,
namun, pakar kulit lainnya, Risha Mehta mengatakan agar masyarakat tidak
langsung panik mendengar kabar ini. “Jika Anda benar-benar ingin
melakukan pedikur ikan, di sini atau di luar negeri, akan lebih baik,
memeriksa terlebih dahulu bahwa Anda tidak memiliki kondisi kesehatan
yang buruk. Juga melihat, bahwa kaki Anda tidak memiliki luka terbuka
atau kondisi kulit menular. Ini penting untuk mencegah terjadinya risiko
penyakit berbahaya
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Saturday, October 20, 2012
Friday, May 14, 2010
Pendaftaran sipensimaru POLTEKKES SURABAYA
Tag:Pendaftaran, penerimaan, syarat-syarat, Keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, Prosedur pendaftaran, syarat pendaftaran.
PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2010/2011
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURABAYA TERDIRI DARI 6 JURUSAN YAITU :
1. Jurusan Keperawatan.
Jl. Prof. Dr. Moestopo 8 C Surabaya Telp. 031-5030379.
2. Jurusan Kebidanan
Jl. Prof. Dr. Moestopo 8 A Surabaya Telp. 031-5027404
3. Jurusan Kesehatan Lingkungan
Jl. Menur 118 A Surabaya Telp. 031-5020696
4. Jurusan Teknik Elektromedik
Jl. Pucang Jajar Timur no 10 Surabaya Telp. 031-5037905
5. Jurusan Kesehatan Gigi
Jl. Pucang Jajar Selatan 24 Surabaya Telp. 031-5027031
6. Jurusan Analis Kesehatan
Jl. Karangmenjangan 18 A Surabaya Telp. 031-5020718, 5049649
A. DIPLOMA III
1. Jalur PMDP (Penelusuran Minat dan Prestasi)
Daya Tampung:
* Prodi Kesehatan Lingkungan Surabaya: 4 orang
* Prodi Kesehatan Lingkungan Magetan: 4 orang
* Prodi Kesehatan Gigi: 4 orang
Persyaratan :
a. Calon mahasiswa baru harus datang sendiri
b. Menyerahkan fotocopy nilai semester I s/d semester V
1) Tidak memiliki nilai 5 (lima) untuk setiap mata ajar sejak semester I s/d semester V
2) Memiliki nilai minimal 7 (tujuh) untuk setiap mata ajar sejak semester I. jenis mata ajar :
* • Matematika
* • Bahasa Inggris
* • Fisika
* • Kimia
* • Biologi
* • Bahasa Indonesia
c. Tidak buta warna (total maupun parsial) yang dilaksanakan pada saat pemeriksaan kesehatan
d. Umur maksimal 23 tahun pada tanggal 1 September 2010
e. Menyerahkan pas foto hitam putih terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar
f. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 75.000,- (Tujuh puluh lima ribu rupiah) dengan memilih 1 jurusan.
Pendaftaran :
Pendaftaran dibuka mulai 3 s/d 28 Mei 2010
Setiap hari Senin s/d Jum’at ; Pukul 09.00 – 14.00 WIB
Pengumuman Hasil Seleksi : Hari Rabu tanggal 2 Juni 2010
Info Lebih lengkap : http://sipensimaru.poltekkesdepkes-sby.ac.id/
PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2010/2011
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURABAYA TERDIRI DARI 6 JURUSAN YAITU :
1. Jurusan Keperawatan.
Jl. Prof. Dr. Moestopo 8 C Surabaya Telp. 031-5030379.
2. Jurusan Kebidanan
Jl. Prof. Dr. Moestopo 8 A Surabaya Telp. 031-5027404
3. Jurusan Kesehatan Lingkungan
Jl. Menur 118 A Surabaya Telp. 031-5020696
4. Jurusan Teknik Elektromedik
Jl. Pucang Jajar Timur no 10 Surabaya Telp. 031-5037905
5. Jurusan Kesehatan Gigi
Jl. Pucang Jajar Selatan 24 Surabaya Telp. 031-5027031
6. Jurusan Analis Kesehatan
Jl. Karangmenjangan 18 A Surabaya Telp. 031-5020718, 5049649
A. DIPLOMA III
1. Jalur PMDP (Penelusuran Minat dan Prestasi)
Daya Tampung:
* Prodi Kesehatan Lingkungan Surabaya: 4 orang
* Prodi Kesehatan Lingkungan Magetan: 4 orang
* Prodi Kesehatan Gigi: 4 orang
Persyaratan :
a. Calon mahasiswa baru harus datang sendiri
b. Menyerahkan fotocopy nilai semester I s/d semester V
1) Tidak memiliki nilai 5 (lima) untuk setiap mata ajar sejak semester I s/d semester V
2) Memiliki nilai minimal 7 (tujuh) untuk setiap mata ajar sejak semester I. jenis mata ajar :
* • Matematika
* • Bahasa Inggris
* • Fisika
* • Kimia
* • Biologi
* • Bahasa Indonesia
c. Tidak buta warna (total maupun parsial) yang dilaksanakan pada saat pemeriksaan kesehatan
d. Umur maksimal 23 tahun pada tanggal 1 September 2010
e. Menyerahkan pas foto hitam putih terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar
f. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 75.000,- (Tujuh puluh lima ribu rupiah) dengan memilih 1 jurusan.
Pendaftaran :
Pendaftaran dibuka mulai 3 s/d 28 Mei 2010
Setiap hari Senin s/d Jum’at ; Pukul 09.00 – 14.00 WIB
Pengumuman Hasil Seleksi : Hari Rabu tanggal 2 Juni 2010
Info Lebih lengkap : http://sipensimaru.poltekkesdepkes-sby.ac.id/
Tuesday, March 30, 2010
CaraTidur Sehat dengan bertelanjang

Cara tidur sehat, tips tidur sehat, berpasangan tidur sehat, ibu hamil tidur sehat, pakaian tidur sehat, kasur tidur sehat, lampu tidur sehat, mengapa perlu sehat, telanjang tidur sehat, Jika ditanya, pakaian apa yang paling nyaman dipakai untuk tidur, rata-rata jawaban Anda pastilah: daster atau paduan tank top dan celana pendek. Bahan yang tipis dan minim mengurangi rasa gerah dan membuat Anda bebas bergerak.
Namun, apabila Anda butuh sedikit tantangan, bagaimana jika Anda lepaskan saja busana tidur Anda dan tidur telanjang? Dalam buku The Best Sex of Your Life karya Jennifer Hunt dan Dan Baritchi, digambarkan betapa tidur telanjang memberikan banyak manfaat. Sentuhan bahan seprai yang lembut pada kulit, atau sentuhan kulit Anda dan pasangan, akan mendorong peningkatan kehidupan seksual Anda. Simak berbagai manfaat lainnya sebagai berikut:
Melepaskan oksitosin
Hormon oksitosin dilepaskan ketika terjadi kontak kulit dengan kulit. Ketika kulit bersentuhan dari kepala hingga kaki sepanjang malam, Anda akan mendapatkan arus hormon yang bermanfaat. Beberapa manfaat oksitosin, antara lain, meningkatkan rasa sejahtera, menurunkan detak jantung, mengurangi hormon stres, meningkatkan rasa percaya, dan tentunya, dorongan seksual.
Bikin "mood" untuk bercinta
Banyak perempuan menolak berhubungan seks karena sedang enggak mood. Penyebabnya bisa karena kelelahan, takut anak sewaktu-waktu terbangun, atau apa pun yang mengganggu pikiran Anda. Padahal, menolak berhubungan hanya membuat perempuan merasa kesepian dan diacuhkan. Karena itu, sebaiknya Anda yang mengubah mood tersebut untuk bercinta. Caranya, meringkuk di bawah selimut dengan bodysuit yang sudah Anda miliki sejak lahir itu. Rasa berdesir pada kulit akan memberikan rangsangan seksual yang Anda butuhkan.
Terlihat erotis
Pria mana pun tak akan tahan melihat sang istri meringkuk di sisinya tanpa busana. Hal itu menjadi semacam undangan untuknya guna berhubungan seksual.
Menciptakan hasrat
Salah satu alasan utama perempuan tidak ingin berhubungan seks adalah ketimpangan dalam relasinya dengan pasangan. Ketika Anda merasa terpisah dari pasangan, Anda mungkin juga kehilangan hasrat untuknya. Nah, tidur telanjang bisa membantu mengatasi hambatan tersebut.
Menimbulkan ikatan
Ketika saling bersentuhan kulit di tempat tidur, Anda bisa meningkatkan rasa ikatan di antara Anda dan pasangan. Ingatlah ketika baru pertama berpacaran atau baru menikah dulu, inginnya selalu bersentuhan, kan? Semakin Anda menyentuh, Anda semakin merasa dekat dengan pasangan. Ikatan yang meningkat sama artinya dengan semakin sering bercinta.
Lebih sehat
Lebih sering berhubungan seks memberikan banyak manfaat kesehatan dan perkimpoian pun lebih berpeluang untuk bertahan lama. Anda tidak perlu bercinta setiap hari (kecuali Anda berdua memang menginginkannya), cukup beberapa kali saja dalam seminggu. Menghabiskan waktu setengah hingga satu jam sehari untuk bercinta bisa menjadi olahraga yang menyenangkan bagi Anda. Anda akan merasa lebih puas dengan hidup Anda, lebih bugar, dan lebih sehat!
sumber: http://semut-angkrang.blogspot.com/2010/03/hot-alasan-kenapa-perlunya-tidur-bugil.html
Saturday, March 27, 2010
Contoh Pidato dan Naskah Pidato Cara Berpidato
Keyword : Contoh pidato, cara berpidato, naskah Pidato, tips mengurangi Grogo pada pidato, Juara pidato, pidato bahasa inggris, pidato bahasa indonesia, cara presentasi, Umum, mahasiswam. pelajar.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.
Berikut ini akan saya berikan 2 contoh naskah pidato, pertama contoh pidato tentang Globalisasi dan yang kedua contoh pidato Hari Pendidikan Nasioanal. Semoga bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan.
CONTOH PIDATO TENTANG GLOBALISASI
Selamat siang,
Yang terhormat Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD, Victoria Istiningsih.
Yang terhormat Wakil Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD Eusthasia Suwarti.
Yang terhormat guru-guru SMP Santa Ursula BSD.
Beserta seluruh murid SMP Santa Ursula BSD yang berbahagia.
Salam sejahtera
Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan YME atas segala karunia-Nya, Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang telah menyelenggarakan acara ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung acara ini.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat kembali, beberapa pola hidup yang kita lakukan dari penyebab globalisasi. Apakah globalisasi sangat berpengaruh dalam kehidupan kita? Saya berharap pada kesempatan kali ini kita semua menjadi tahu, seberapa besar pengaruh globalisasi dalam hidup kita. Saya juga berharap kita semua dapat menghadapi pengaruh globalisasi.
Di abad ke 21 ini, globalisasi menjadi hal yang biasa bagi kita. Globalisasi, berarti proses yang mendunia. Tentunya, semua aspek kehidupan merasakan pengaruhnya. Misalnya, di bidang transportasi. Setiap hari kita dapat melihat seluruh jalan raya dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor. Contohnya mobil. Padahal, sebelum mobil ditemukan, biasanya orang akan berjalan kaki untuk menempuh suatu perjalanan, bahkan yang sangat panjang sekalipun. Selain di bidang transportasi, aspek kehidupan yang terkena dampak globalisasi adalah telekomunikasi. Saat ini hand phone adalah alat komunikasi yang sudah dimiliki oleh setiap orang. Selain hand phone, yang tak kalah penting adalah internet. Globalisasi seperti mengharuskan kita untuk memiliki komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet.
Di bidang kuliner, pengaruh globalisasi juga cukup besar. Makanan khas Barat menjadi sangat populer di seluruh dunia. Contohnya Pizza Hut, KFC, CFC, Hoka Hoka Bento, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan makanan khas dalam negri menjadi kurang diminati. Yang tak kalah penting, aspek kehidupan yang juga merasakan dampak globalisasi adalah fashion. Saat ini tren yang sangat mendunia adalah dari negara-negara barat. Jika orang Indonesia lebih memilih tren luar negri, siapakah yang akan melestarikan budaya Indonesia?
Bidang olahraga juga merasakan dampak globalisasi. Saat ini seluruh dunia sangat meminati pertandingan sepak bola, basket, bulu tangkis, dan lain sebagainya. Bukan hanya kegiatan olahraganya, alat-alat pendukung pun ikut merasakan dampak globalisasi. Contohnya sepatu. Sepatu menjadi alat pendukung yang sangat penting. Model dan bentuk sepatu pun harus disesuaikan dengan olahraganya.
Dari beberapa aspek yang saya sebutkan tadi, jelas bahwa globalisasi sangat berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Setiap orang memang dapat merasakan pengaruhnya. Sebagai warga masyarakat yang baik, kita harus bisa menghadapi pengaruh globalisasi. Kita harus bisa mengambil nilai-nilai positif dan membuang nilai-nilai negatifnya. Misalnya, dengan menyeleksi budaya asing yang masuk ke dalam negri kita. Kita harus bisa memilih budaya yang baik, yang tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di negri kita. Karena budaya dalam negri adalah ciri khas negri kita sendiri, yang harus kita jaga. Agar tidak kehilangan informasi, kita harus mengikuti perkembangan informasi dan teknologi.
Jadi ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi pengaruh globalisasi. Kita boleh merasakan pengaruhnya, namun kita harus mengambil dampak positifnya, dan membuang dampak negatifnya.
Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Saya berharap dengan adanya globalisasi ini semua orang dapat mengambil nilai positifnya. Terima kasih atas perhatian guru-guru, teman-teman, beserta kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMP Santa Ursula BSD. Sekian dan, selamat siang.
CONTOH PIDATO HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Saudara-saudara sekalian !Yang saya hormati Dosen Stai Darul Qalam Drs. Habibullah .Yang saya hormati mahasiswa/ mahasiswi Stai Darul Qalam .Alangkah bahagianya saya selaku menjabat sebagai ibu kepada Negara Indonesia, pada hari ini ! pada hari ini, kita merayakan hari pendidikan Nasional, yang bertempat dilapangan Istana Bogor pada tanggal 2 Mei 2007. Dengan memperingati Pendidikan Nasional semoga kita lebih semangat /bangkit untuk memajukan dan mencerdaskan pendidikan anak-anak bangsa agar berguna bagi bangsa, Negara dan Agama.Pertambahan anak umur sekolah yang cepat dan pertambahan lulusan tiap jenjang pendidikan yang besar, tapi tidak diikuti penambahan prasarana dan sarana pendidikan yang cepat dan memadai, menimbulkan masalah bagi pemerintah untuk memberikan “pendidikan dan pengajaran” pada semua warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh undang- undang Dasar.
Persoalan ini krusial mengingat beragamanya geografis nusantara yang luas dan terpencar dengan tingkat perkembangan sosial-ekonomi-kultural berbeda. Ketika itu untuk pertama kali pelaksanakan REPELITA dengan tekanan pada pembangunan ekonomi yang dipandang sebagai landasan bagi aspek- aspek lain dari pembangunan nasional. Dalam pembaruan pendidikan perhatian difokuskan pada upaya-upaya perbaikan dan peningkatan kualitas serta penataan kesempatan mendapat pendidikan. Mengenai yang terakhir ini sulitlah dicapai bila hanya melalui cara-cara konvesial yaitu memanfaatkan teknologi komunikasi dan teknologi ,informasi radio dan televisi. Pada tahun 2007 pemerintah telah menetapkan APBN untuk pendidikan sebesar 20% bagi SD, SLTP dan SLTA. Program dan kegiatan yang dilakukan tidak semata-mata atas dasar pertambahan jumlah gedung sekolah, guru, buku dan lain-lain. Alternatif yang didentifikasikan adalah :
1. Penambahan daya tampung SLP yang dilakukan baik dengan penambahan sekolah baru
2. Peningkatan daya tampung sekolah- sekolah swasta
3. Pengembangan sekolah terbuka dengan media korespodensi, modul, siaran radio, siaran televisi dan lain-lain
4. Pembukaan kursus- kursus ketrampilan praktis diluar sekolah sebagai jalur penyaluran kemasyarkat..
Ki Hajar Dewantara (1889-1959) seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat” tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada. Dewantara mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “ tri-nga”(tiga “nga-nga adalah huruf terakhir dalam abjad jawa ajisak). “Nga” pertama adalah ngerti” (memahami /aspek intelektual). “Nga kedua” adalah “ngrasa” adalah (merasakan aspek afeksi), dan “nga” ketiga adalah “nglakonin” (mengajarkan atau aspek psikomotorik). Merumuskan tujuan pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut Dewantara, adalah hak tiap orang untuk mengatur diri sendiri, oleh karena itu pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga. Pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang tepelajar dengan rakyat.Akhir sampai disini, semoga bangsa Indonesia lebih meningkatkan dan mencerdaskan serta menciptakan anak-anak didik yang produktif, kreatif, dan inovatif yang berguna bagi bangsa dan Negara, Menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan global.
UPDATE TAMBAHAN PIDATO
CONTOH PIDATO PENGARUH TELEVISI TERHADAP SISWA
Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Televisi Terhadap Siswa”. Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh televisi dari segi positif dan negatif.
Bila kita melihat secara umum pengaruh televisi terhadap siswa memang tanpak sangat berguna dan bermakna karena media televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien, efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut. Dengan media televisi wawasan dan ilmu pengetahuan seorang siswa dapat berkembang dengan pesat sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Banyak hal positif yang dapat diambil dari adanya media televisi ini yakni diantaranya seperti, informasi mengenai berita terkini, ilmu pengetahuan umum, Entertainmen/ hiburan, dan lain sebagainya.
Seorang siswa hendaknya selalu mengetahui informasi terkini yang terjadi didunia guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari siswa itu sendiri, yang dapat ia gunakan untuk mengembangkan dirinya dimasa yang akan datang, karena dengan informasi manusia dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, sedangkan untuk bidang entertainment/ hiburan, hal ini tentu saja berfungsi untuk mengurangi rasa penat atau rasa bosan pada setiap siswa didalam masa remajanya atau dalam masa-masa belajarnya, mengapa demikian? Karena setiap siswa yang sedang berkembang akan mengalami satu hal yang namanya ”bosan” dan hal ini perlu dicegah dengan kegiatan yang sifatnya menghibur/ refleksi yang dapat membuatnya selalu ”Fresh” dan berfikir positif, sehingga menjadikan ia selalu aktif dan kreatif.
Selain dari wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh siswa dari media televisi, keakraban antar keluarga akan tercipta sehingga membuat siswa merasa nyaman berada diantara keluarganya, karena keluarga juga merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan diri seorang siswa, selain hal itu orang tua juga dapat mendidik anak-anaknya dengan lebih mudah melalui media televisi dan orang tua tersebut lebih mudah memberikan pengarahan terhadap anak sehingga anak akan merasa tidak terbebani untuk memahami apa yang diinginkan oleh orangtuanya. Hal-hal tersebut merupakan salah satu yang dapat kita rasakan/ lihat dari segi positif dampak televisi terhadap siswa, tetapi selain itu banyak hal-hal negative yang dapat terjadi jika siswa telah terpengaruh oleh televisi, diantaranya adalah malas, mencontoh hal-hal yang tidak baik/ negatif seperti cara bergaul, berbicara, berpenampilan, serta pribadinya.
Malas adalah hal yang paling sering terjadi jika seorang siswa sudah terpengaruh oleh asyiknya menonton televisi sehingga melupakan belajarnya, dan hal ini merupakan hal yang sangat merugikan bagi siswa itu sendiri karena dengan bermalas-malasan dia tidak akan mendapatkan apa-apa dan apa yang ia cita-citakan dalam hidupnya, maka dari itu alangkah baiknya orang tua membatasi waktu menonton televisi dan menyaring tayangan yang sesuai dengan kebutuhan sang anak, selain malas pengaruh buruk televisi terhadap tingkah laku anak yakni mencontoh hal yang tidak seharusnya di contoh, misalkan anak usia dibawah lima tahun menonton tayangan televisi untuk orang dewasa, tentu hal ini sangat ”berbahaya” karena anak bisa dewasa sebelum dewasa, maksudnya adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa tidak seharusnya dicontoh oleh anak kecil, seperti Kekerasan, gaya hidup seperti berpenampilan, bergaul, dan gaya-gaya berbicara yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik, dan lain sebagainya. Hal ini juga memerlukan kontrol dari orang tua untuk tayangan yang sifatnya dewasa seperti itu. Jika hal negativ tersebut sudah terjadi maka selanjutnya dapat kita lihat kepribadian dari siswa itu sendiri akan berubah dan ”Kemungkinan” merugikan bagi semua pihak termasuk dirinya sendiri.
Kesimpulannya bahwa, setiap hal yang ada didunia ini pasti memiliki aturan dan pandangan yang berbeda yakni, baik dan buruk, begitupun dengan media televisi, yang selayaknya digunakan untuk hal yang baik tetapi tetap saja memiliki dampak yang tidak baik bagi sebagian orang dan atau fungsinya. Maka dari itu peranan orang tua untuk mendidik anak (siswa) sangatlah penting serta kesadaran dari siswa itu sendiri haruslah tinggi dan bertanggung jawab atas apa yang hendak ia lakukan dengan bimbingan dari guru dan kegiatan-kegiatan positif yang dia lakukan selama dia berada dilingkungan sekolah.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.
CONTOH PIDATO PENGARUH INTERNET TERHADAP REMAJA
Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.
Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negative.
Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah Warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”, Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya, saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya, dengan adanya Internet, Akses atau jalan terhadap penyampaian Informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.
Banyak Ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan Siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk Kriminalitas atau Asusila, siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah.
Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam didepan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.
Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.
Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.
CONTOH PIDATO SAMBUTAN PERPISAHAN KELULUSAN SEKOLAH
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya cintai.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama guna mengadakan acara perpisahan sekolah.
Para hadirin yang saya hormati, ijinkan saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka perpisahan ini.
Selama bersekolah, kami sebagai siswa sangat bangga dan berterima kasih dengan semua guru yang telah mengajar di sekolah ini, yang dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing kami. Berkat jerih payah semua guru, kami pun dapat lulus dari SMP ini.
Mudah-mudahan semua guru yang bertugas mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan yang baik dan diberi kebahagiaan selalu.
Juga untuk teman2 semua. Sungguh berat rasanya berpisah dengan kalian semua, karena kita sudah bersama2 selama 3 tahun ini. Tapi tetap saya juga mendoakan teman2 semua dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, baik ke SMA, ke SMK, ke STM maupun institusi pendidikan lainnya untuk dapat mencapai cita2 yang selama ini diangan2kan.
Akhir kata, saya mau mengucapkan sukses selalu buat teman2, doa saya menyertai teman2 semua...
Catatan: Contoh pidato diatas ditulis dengan sudut pandang tempat dan pelaku orang lain, jadi silahkan sesuaikan sesuai kebutuhan :)
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.
Contoh Pidato - Sebelum saya memberikan contoh naskah pidato ada baiknya kita sedikit mengetahui pengertian dari pidato itu sendiri. Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan pernyataan tentang suatu hal atau peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato juga merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.
Berikut ini akan saya berikan 2 contoh naskah pidato, pertama contoh pidato tentang Globalisasi dan yang kedua contoh pidato Hari Pendidikan Nasioanal. Semoga bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan.
CONTOH PIDATO TENTANG GLOBALISASI
Selamat siang,
Yang terhormat Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD, Victoria Istiningsih.
Yang terhormat Wakil Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD Eusthasia Suwarti.
Yang terhormat guru-guru SMP Santa Ursula BSD.
Beserta seluruh murid SMP Santa Ursula BSD yang berbahagia.
Salam sejahtera
Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan YME atas segala karunia-Nya, Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang telah menyelenggarakan acara ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung acara ini.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat kembali, beberapa pola hidup yang kita lakukan dari penyebab globalisasi. Apakah globalisasi sangat berpengaruh dalam kehidupan kita? Saya berharap pada kesempatan kali ini kita semua menjadi tahu, seberapa besar pengaruh globalisasi dalam hidup kita. Saya juga berharap kita semua dapat menghadapi pengaruh globalisasi.
Di abad ke 21 ini, globalisasi menjadi hal yang biasa bagi kita. Globalisasi, berarti proses yang mendunia. Tentunya, semua aspek kehidupan merasakan pengaruhnya. Misalnya, di bidang transportasi. Setiap hari kita dapat melihat seluruh jalan raya dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor. Contohnya mobil. Padahal, sebelum mobil ditemukan, biasanya orang akan berjalan kaki untuk menempuh suatu perjalanan, bahkan yang sangat panjang sekalipun. Selain di bidang transportasi, aspek kehidupan yang terkena dampak globalisasi adalah telekomunikasi. Saat ini hand phone adalah alat komunikasi yang sudah dimiliki oleh setiap orang. Selain hand phone, yang tak kalah penting adalah internet. Globalisasi seperti mengharuskan kita untuk memiliki komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet.
Di bidang kuliner, pengaruh globalisasi juga cukup besar. Makanan khas Barat menjadi sangat populer di seluruh dunia. Contohnya Pizza Hut, KFC, CFC, Hoka Hoka Bento, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan makanan khas dalam negri menjadi kurang diminati. Yang tak kalah penting, aspek kehidupan yang juga merasakan dampak globalisasi adalah fashion. Saat ini tren yang sangat mendunia adalah dari negara-negara barat. Jika orang Indonesia lebih memilih tren luar negri, siapakah yang akan melestarikan budaya Indonesia?
Bidang olahraga juga merasakan dampak globalisasi. Saat ini seluruh dunia sangat meminati pertandingan sepak bola, basket, bulu tangkis, dan lain sebagainya. Bukan hanya kegiatan olahraganya, alat-alat pendukung pun ikut merasakan dampak globalisasi. Contohnya sepatu. Sepatu menjadi alat pendukung yang sangat penting. Model dan bentuk sepatu pun harus disesuaikan dengan olahraganya.
Dari beberapa aspek yang saya sebutkan tadi, jelas bahwa globalisasi sangat berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Setiap orang memang dapat merasakan pengaruhnya. Sebagai warga masyarakat yang baik, kita harus bisa menghadapi pengaruh globalisasi. Kita harus bisa mengambil nilai-nilai positif dan membuang nilai-nilai negatifnya. Misalnya, dengan menyeleksi budaya asing yang masuk ke dalam negri kita. Kita harus bisa memilih budaya yang baik, yang tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di negri kita. Karena budaya dalam negri adalah ciri khas negri kita sendiri, yang harus kita jaga. Agar tidak kehilangan informasi, kita harus mengikuti perkembangan informasi dan teknologi.
Jadi ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi pengaruh globalisasi. Kita boleh merasakan pengaruhnya, namun kita harus mengambil dampak positifnya, dan membuang dampak negatifnya.
Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Saya berharap dengan adanya globalisasi ini semua orang dapat mengambil nilai positifnya. Terima kasih atas perhatian guru-guru, teman-teman, beserta kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMP Santa Ursula BSD. Sekian dan, selamat siang.
CONTOH PIDATO HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Saudara-saudara sekalian !Yang saya hormati Dosen Stai Darul Qalam Drs. Habibullah .Yang saya hormati mahasiswa/ mahasiswi Stai Darul Qalam .Alangkah bahagianya saya selaku menjabat sebagai ibu kepada Negara Indonesia, pada hari ini ! pada hari ini, kita merayakan hari pendidikan Nasional, yang bertempat dilapangan Istana Bogor pada tanggal 2 Mei 2007. Dengan memperingati Pendidikan Nasional semoga kita lebih semangat /bangkit untuk memajukan dan mencerdaskan pendidikan anak-anak bangsa agar berguna bagi bangsa, Negara dan Agama.Pertambahan anak umur sekolah yang cepat dan pertambahan lulusan tiap jenjang pendidikan yang besar, tapi tidak diikuti penambahan prasarana dan sarana pendidikan yang cepat dan memadai, menimbulkan masalah bagi pemerintah untuk memberikan “pendidikan dan pengajaran” pada semua warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh undang- undang Dasar.
Persoalan ini krusial mengingat beragamanya geografis nusantara yang luas dan terpencar dengan tingkat perkembangan sosial-ekonomi-kultural berbeda. Ketika itu untuk pertama kali pelaksanakan REPELITA dengan tekanan pada pembangunan ekonomi yang dipandang sebagai landasan bagi aspek- aspek lain dari pembangunan nasional. Dalam pembaruan pendidikan perhatian difokuskan pada upaya-upaya perbaikan dan peningkatan kualitas serta penataan kesempatan mendapat pendidikan. Mengenai yang terakhir ini sulitlah dicapai bila hanya melalui cara-cara konvesial yaitu memanfaatkan teknologi komunikasi dan teknologi ,informasi radio dan televisi. Pada tahun 2007 pemerintah telah menetapkan APBN untuk pendidikan sebesar 20% bagi SD, SLTP dan SLTA. Program dan kegiatan yang dilakukan tidak semata-mata atas dasar pertambahan jumlah gedung sekolah, guru, buku dan lain-lain. Alternatif yang didentifikasikan adalah :
1. Penambahan daya tampung SLP yang dilakukan baik dengan penambahan sekolah baru
2. Peningkatan daya tampung sekolah- sekolah swasta
3. Pengembangan sekolah terbuka dengan media korespodensi, modul, siaran radio, siaran televisi dan lain-lain
4. Pembukaan kursus- kursus ketrampilan praktis diluar sekolah sebagai jalur penyaluran kemasyarkat..
Ki Hajar Dewantara (1889-1959) seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat” tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada. Dewantara mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “ tri-nga”(tiga “nga-nga adalah huruf terakhir dalam abjad jawa ajisak). “Nga” pertama adalah ngerti” (memahami /aspek intelektual). “Nga kedua” adalah “ngrasa” adalah (merasakan aspek afeksi), dan “nga” ketiga adalah “nglakonin” (mengajarkan atau aspek psikomotorik). Merumuskan tujuan pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut Dewantara, adalah hak tiap orang untuk mengatur diri sendiri, oleh karena itu pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga. Pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang tepelajar dengan rakyat.Akhir sampai disini, semoga bangsa Indonesia lebih meningkatkan dan mencerdaskan serta menciptakan anak-anak didik yang produktif, kreatif, dan inovatif yang berguna bagi bangsa dan Negara, Menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan global.
UPDATE TAMBAHAN PIDATO
CONTOH PIDATO PENGARUH TELEVISI TERHADAP SISWA
Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Televisi Terhadap Siswa”. Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh televisi dari segi positif dan negatif.
Bila kita melihat secara umum pengaruh televisi terhadap siswa memang tanpak sangat berguna dan bermakna karena media televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien, efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut. Dengan media televisi wawasan dan ilmu pengetahuan seorang siswa dapat berkembang dengan pesat sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Banyak hal positif yang dapat diambil dari adanya media televisi ini yakni diantaranya seperti, informasi mengenai berita terkini, ilmu pengetahuan umum, Entertainmen/ hiburan, dan lain sebagainya.
Seorang siswa hendaknya selalu mengetahui informasi terkini yang terjadi didunia guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari siswa itu sendiri, yang dapat ia gunakan untuk mengembangkan dirinya dimasa yang akan datang, karena dengan informasi manusia dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, sedangkan untuk bidang entertainment/ hiburan, hal ini tentu saja berfungsi untuk mengurangi rasa penat atau rasa bosan pada setiap siswa didalam masa remajanya atau dalam masa-masa belajarnya, mengapa demikian? Karena setiap siswa yang sedang berkembang akan mengalami satu hal yang namanya ”bosan” dan hal ini perlu dicegah dengan kegiatan yang sifatnya menghibur/ refleksi yang dapat membuatnya selalu ”Fresh” dan berfikir positif, sehingga menjadikan ia selalu aktif dan kreatif.
Selain dari wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh siswa dari media televisi, keakraban antar keluarga akan tercipta sehingga membuat siswa merasa nyaman berada diantara keluarganya, karena keluarga juga merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan diri seorang siswa, selain hal itu orang tua juga dapat mendidik anak-anaknya dengan lebih mudah melalui media televisi dan orang tua tersebut lebih mudah memberikan pengarahan terhadap anak sehingga anak akan merasa tidak terbebani untuk memahami apa yang diinginkan oleh orangtuanya. Hal-hal tersebut merupakan salah satu yang dapat kita rasakan/ lihat dari segi positif dampak televisi terhadap siswa, tetapi selain itu banyak hal-hal negative yang dapat terjadi jika siswa telah terpengaruh oleh televisi, diantaranya adalah malas, mencontoh hal-hal yang tidak baik/ negatif seperti cara bergaul, berbicara, berpenampilan, serta pribadinya.
Malas adalah hal yang paling sering terjadi jika seorang siswa sudah terpengaruh oleh asyiknya menonton televisi sehingga melupakan belajarnya, dan hal ini merupakan hal yang sangat merugikan bagi siswa itu sendiri karena dengan bermalas-malasan dia tidak akan mendapatkan apa-apa dan apa yang ia cita-citakan dalam hidupnya, maka dari itu alangkah baiknya orang tua membatasi waktu menonton televisi dan menyaring tayangan yang sesuai dengan kebutuhan sang anak, selain malas pengaruh buruk televisi terhadap tingkah laku anak yakni mencontoh hal yang tidak seharusnya di contoh, misalkan anak usia dibawah lima tahun menonton tayangan televisi untuk orang dewasa, tentu hal ini sangat ”berbahaya” karena anak bisa dewasa sebelum dewasa, maksudnya adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa tidak seharusnya dicontoh oleh anak kecil, seperti Kekerasan, gaya hidup seperti berpenampilan, bergaul, dan gaya-gaya berbicara yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik, dan lain sebagainya. Hal ini juga memerlukan kontrol dari orang tua untuk tayangan yang sifatnya dewasa seperti itu. Jika hal negativ tersebut sudah terjadi maka selanjutnya dapat kita lihat kepribadian dari siswa itu sendiri akan berubah dan ”Kemungkinan” merugikan bagi semua pihak termasuk dirinya sendiri.
Kesimpulannya bahwa, setiap hal yang ada didunia ini pasti memiliki aturan dan pandangan yang berbeda yakni, baik dan buruk, begitupun dengan media televisi, yang selayaknya digunakan untuk hal yang baik tetapi tetap saja memiliki dampak yang tidak baik bagi sebagian orang dan atau fungsinya. Maka dari itu peranan orang tua untuk mendidik anak (siswa) sangatlah penting serta kesadaran dari siswa itu sendiri haruslah tinggi dan bertanggung jawab atas apa yang hendak ia lakukan dengan bimbingan dari guru dan kegiatan-kegiatan positif yang dia lakukan selama dia berada dilingkungan sekolah.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.
CONTOH PIDATO PENGARUH INTERNET TERHADAP REMAJA
Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.
Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negative.
Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah Warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”, Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya, saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya, dengan adanya Internet, Akses atau jalan terhadap penyampaian Informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.
Banyak Ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan Siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk Kriminalitas atau Asusila, siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah.
Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam didepan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.
Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.
Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.
CONTOH PIDATO SAMBUTAN PERPISAHAN KELULUSAN SEKOLAH
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya cintai.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama guna mengadakan acara perpisahan sekolah.
Para hadirin yang saya hormati, ijinkan saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka perpisahan ini.
Selama bersekolah, kami sebagai siswa sangat bangga dan berterima kasih dengan semua guru yang telah mengajar di sekolah ini, yang dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing kami. Berkat jerih payah semua guru, kami pun dapat lulus dari SMP ini.
Mudah-mudahan semua guru yang bertugas mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan yang baik dan diberi kebahagiaan selalu.
Juga untuk teman2 semua. Sungguh berat rasanya berpisah dengan kalian semua, karena kita sudah bersama2 selama 3 tahun ini. Tapi tetap saya juga mendoakan teman2 semua dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, baik ke SMA, ke SMK, ke STM maupun institusi pendidikan lainnya untuk dapat mencapai cita2 yang selama ini diangan2kan.
Akhir kata, saya mau mengucapkan sukses selalu buat teman2, doa saya menyertai teman2 semua...
Catatan: Contoh pidato diatas ditulis dengan sudut pandang tempat dan pelaku orang lain, jadi silahkan sesuaikan sesuai kebutuhan :)
Thursday, November 12, 2009
Skripsi kesehatan masyarakat
Skripsi kesehatan masyarakat
L001 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit DHF
L002 Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Pengobatan dan Perawatan pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas XXX
L003 Hubungan Pengetahuan Tentang Osteoporosis Dengan Perilaku Pencegahan Osteoporosis Pada Wanita Pre Menopause
L004 Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia Prasekolah Menurut Denver di TK XXX
L005 Pendekatan Strategi DOTS terhadap Kepatuhan Berobat Pasien TBC di IRJ Polklinik Paru RSUD XX
L006 Studi Eksplorasi Persepsi Ibu Tentang Pemberian Asi Eksklusif
L007 Peran Serta Kader Posyandu Dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Penyuluhan Kesehatan Di Posyandu
L008 Pengaruh Konseling Keluarga Terhadap Perbaikan Peran Keluarga Dalam Pengelolaan Pasien Diabtes mellitus di Wilayah Puskesmas
L009. Perilaku sehari-hari penderita TBC dalam upaya pencegahan penularan penyakitnya di wilayah Puskesmas XX
L010. Hubungan antara Jenis Pemberian Makanan Tambahan dengan tingkat perkembangan anak usia prasekolah di TK XX
L011. Hubungan Pengetahuan Tentang Efek Rokok Bagi Kesehatan Dengan Sikap Remaja Terhadap Rokok Di SMK XX
L012. Persepsi Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas XX
L013. Peranserta Kader Kesehatan Dalam Kegiatan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Posyandu Desa XX
L014. Perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue di Desa XX
L015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Rumah Sakit XX
L016. Hubungan Kegiatan Klinik Sanitasi dengan Kejadian Penyakit Diare di Puskesmas XX
L017. Pemeriksaan Jamur Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum Penyebab Tinea Unguium Pada Petani Di Desa XX
L018. Faktor Yang Melatarbelakangi Penyakit Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas XX
L019. Faktor Yang Menyebabkan Keluarga Tidak Memiliki Jamban di Desa XX
L020. Faktor-faktor yang mendukung kepatuhan berobat penderita TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas XX.
L021. Hubungan Antara Peran Serta Ibu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Dengan Status Gizi Balita Di Desa XX.
L022. Pengetahuan Pekerja Pabrik Bagian Produksi Tentang Bahaya Debu Asbes Dan Cara Pencegahannya (Studi pada pekerja pabrik asbes PT.XX)
L023. Gambaran Tingkat Aktifitas Fisik Penderita Hipertensi di Kelurahan XX
L024. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita Dengan Status Gizi Balita di Desa XX.
L025. Pengetahuan Lansia Tentang Upaya Mempertahankan Kesehatan di Desa XX.
L026. Hubungan Perilaku dengan Kecelakaan Kerja Pada Pengemudi Taksi XX
L027. THESIS : Model Tarif Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Puskesmas di Kabupaten XX.
L028. Persepsi Lansia Terhadap Pengelolaan Posyandu Lansia di Desa XX
L029. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Penyakit TB Paru Dengan Perilaku Keluarga dan Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas XX
L030 Pengaruh Faktor-Faktor Kondisi Kesehatan, Kondisi Ekonomi Dan Kondisi Sosial Terhadap Kemandirian Orang Lanjut Usia
L031 Analisis Nilai Ekonomi Pengolahan Persampahan Di Dinas Kebersihan
L032 Gambaran pola makan klien dengan hipertensi derajat II di Puskesmas XX
Q004 Efektifitas Peran Kelompok Pendukung Dalam Pelaksanaan Terapi Aktifitas Kelompok Terhadap Peningkatan Konsep Diri Pada Klien Menopause Di Wilayah Puskesmas XX
Bonus
L001 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit DHF
L002 Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Pengobatan dan Perawatan pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas XXX
L003 Hubungan Pengetahuan Tentang Osteoporosis Dengan Perilaku Pencegahan Osteoporosis Pada Wanita Pre Menopause
L004 Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia Prasekolah Menurut Denver di TK XXX
L005 Pendekatan Strategi DOTS terhadap Kepatuhan Berobat Pasien TBC di IRJ Polklinik Paru RSUD XX
L006 Studi Eksplorasi Persepsi Ibu Tentang Pemberian Asi Eksklusif
L007 Peran Serta Kader Posyandu Dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Penyuluhan Kesehatan Di Posyandu
L008 Pengaruh Konseling Keluarga Terhadap Perbaikan Peran Keluarga Dalam Pengelolaan Pasien Diabtes mellitus di Wilayah Puskesmas
L009. Perilaku sehari-hari penderita TBC dalam upaya pencegahan penularan penyakitnya di wilayah Puskesmas XX
L010. Hubungan antara Jenis Pemberian Makanan Tambahan dengan tingkat perkembangan anak usia prasekolah di TK XX
L011. Hubungan Pengetahuan Tentang Efek Rokok Bagi Kesehatan Dengan Sikap Remaja Terhadap Rokok Di SMK XX
L012. Persepsi Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas XX
L013. Peranserta Kader Kesehatan Dalam Kegiatan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Posyandu Desa XX
L014. Perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue di Desa XX
L015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Rumah Sakit XX
L016. Hubungan Kegiatan Klinik Sanitasi dengan Kejadian Penyakit Diare di Puskesmas XX
L017. Pemeriksaan Jamur Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum Penyebab Tinea Unguium Pada Petani Di Desa XX
L018. Faktor Yang Melatarbelakangi Penyakit Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas XX
L019. Faktor Yang Menyebabkan Keluarga Tidak Memiliki Jamban di Desa XX
L020. Faktor-faktor yang mendukung kepatuhan berobat penderita TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas XX.
L021. Hubungan Antara Peran Serta Ibu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Dengan Status Gizi Balita Di Desa XX.
L022. Pengetahuan Pekerja Pabrik Bagian Produksi Tentang Bahaya Debu Asbes Dan Cara Pencegahannya (Studi pada pekerja pabrik asbes PT.XX)
L023. Gambaran Tingkat Aktifitas Fisik Penderita Hipertensi di Kelurahan XX
L024. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita Dengan Status Gizi Balita di Desa XX.
L025. Pengetahuan Lansia Tentang Upaya Mempertahankan Kesehatan di Desa XX.
L026. Hubungan Perilaku dengan Kecelakaan Kerja Pada Pengemudi Taksi XX
L027. THESIS : Model Tarif Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Puskesmas di Kabupaten XX.
L028. Persepsi Lansia Terhadap Pengelolaan Posyandu Lansia di Desa XX
L029. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Penyakit TB Paru Dengan Perilaku Keluarga dan Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas XX
L030 Pengaruh Faktor-Faktor Kondisi Kesehatan, Kondisi Ekonomi Dan Kondisi Sosial Terhadap Kemandirian Orang Lanjut Usia
L031 Analisis Nilai Ekonomi Pengolahan Persampahan Di Dinas Kebersihan
L032 Gambaran pola makan klien dengan hipertensi derajat II di Puskesmas XX
Q004 Efektifitas Peran Kelompok Pendukung Dalam Pelaksanaan Terapi Aktifitas Kelompok Terhadap Peningkatan Konsep Diri Pada Klien Menopause Di Wilayah Puskesmas XX
Bonus
Tuesday, November 10, 2009
Pembangunan Prototype
- Study dan Implementasi Algoritma Kriptografi Misty Untuk Penyandian Data
- Analisa Forecasting Demand Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Adaptive Resonance Theory : Studi Kasus Demand Sambungan Telepon Seluler
- Analisa Algoritma Conflation pada Kata atau Kalimat Bahasa Indonesia
- Pembuatan Alat Bantu Data Cleansing Pada Komponen Akuisisi Data Warehouse
- Pengembangan Layanan WAP untuk Sistem Informasi Rute Jalan Raya Menggunakan Algoritma Modified Bi -directional A*
- Studi Metode Terstruktur Dalam Rekayasa Perangkat Lunak
- Penerapan Algoritma Genetik Dalam Pendeteksian Multiuser Pada Sistem Komunikasi CDMA
- Aplikasi Mail Box Dalam Layanan Intranet Berbasis WAP dan desein
- Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pengendalian dan Perencanaan Kebutuhan Material Study Kasus Produk Tas Rapino
- Implementasi Transformasi Karhunen Loeve dan Wavelet dalam Aplikasi Kompresi Citra Multispektral
- Implementasi Algoritma Kriptograpi MARS untuk Penyandian Data
- Implementasi M- Commerce Menggunakan WAP Studi Kasus Pemesanan Tiket Bioskop Online
- Penempatan Kapasitas pada Survivable WDM Network Berdasarkan Skema Partial Path
- Teknik Kompresi Citra Fraktal Berbasis Metode Two Level Image Partition
- Data Mining Dengan Algoritma Apriori Pada RDBMS Oracle
- Media Interaktif Pembelajaran Matematika Untuk Sekolah Dasar Kelas Dua Pada SD Laboratorium Universitas Negeri Malang
- Aplikasi Sistem Akreditasi Dosen berbasis Web
- Analisis Unjuk Kerja Network adress Port translator (NAPT) pada Jaringan TCP/IP
- Analisa dan Implementasi Sintesa Awan dengan Metode Fractal dan Metode Solid Modelling
- Perancangan dan Implementasi Perankat Lunak sebagai alat bantu Management Proyek
- Simulasi Query Optimizer
- Optimasi Concurency Locking
- Implementasi Kamus Diphone Pada Aplikasi Text To Speech Bahasa Indonesia Dengan Unit Speech Diphone
- Study dan Implementasi Algoritma Kriptografi RC 6 Untuk Penyandian Data
- Enkripsi Data Dengan Algoritma Kriptografi Kunci Simetris Menggunakan Metode LOKI 97
- Analisa Dan Implementasi Manajemen Pengetahuan ( knowledge management ) Pada Sistem Syaraf Digital ( Digital Nervous System)
- Pembangunan Perangkat Lunak Translator File Midi Menjadi Notasi Musik
- Pembangunan Perangkat Lunak Contextual Memory Test Sebagai Alat Bantu Dalam Bidang Psikologi
- Optimasi LZ78 Pada Kompresi Data
- Perancangan Perangkat Lunak Perhitungan Kebutuhan Bandwidth VoIP untuk Pembangunan Link Antar Kota
- Perancangan Perangkat Lunak Bank Data Pemerintahan Daerah Berbasis Data Dimensional Secara Online ( Studi Kasus Pada Pemda DKI Jakarta )
- Aplikasi Layanan Informasi Billing Dan Customer Service Berbasis Wireless Application Protocol (WAP)
- Algoritma Genetika Untuk Penyusunan Jadwal Kuliah di STT Telkom
- Pembangunan Perangkat Lunak Untuk Perencanaan Jaringan CCS No. 7 Di Divisi Risti PT. Telkom
- Analisa Implementasi Mekanisme Recovery Pada DBMS Oracle
- Perancangan dan implementasi sistem informasi jalan raya menggunakan algoritma BI-Directional A+
- Implementasi Algoritma Kompresi Hybrid LZ77 Dan RLE Menggunakan Elias Gama Code
- Algoritma Diffie - Hellman Sebagai Salah Satu Pendukung Kriptografi Kunci Publik
- Implementasi Penelusuran Balik dari Data View Ke Data Tabel Pada Lingkungan Data Warehousing
- Implementasi Algoritma DSA Dalam Pembuatan Tanda Tangan Digital
- Aplikasi Sistem Keamanan Gedung Berbasis SMS
- Perancangan dan Implementasi Sistem Keamanan Web Dinamis Berbasiskan Penanganan Cookies Sebagai Kunci Enkripsi
- Pembangunan Prototype Sistem Pembelian KArtu Isi Ulang Melalui Telepon Genggam Berbasis WAP
- Text To Speech Pada Personal Digital Assistant (PDA) : Kasus Sistem Navigasi
- Metode Akses Spasial Bersarang Pada Citra Dua Dimensi ( The NR-Tree: A spatial Access Method For Two-Dimensional Image)
- Analisa Implementasi Run Length Encoding dan Arithmetic Encoding Orde - o pada Kompresi data Berbasis Transformasi Burrow Wheeler
- Penanganan Asynchronous Read dan Write Data dengan menggunakan Bi-Directional Bounded Buffer pada Aplikasi Multithreading
- Analisa dan Implementasi Pemecahan Data
- Ekstraksi Kata Kunci Dokumen Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Algoritma Genetika
- Analisis Pembagian Bandwidth yang Merata Pada Jaringan ATM ABR Dengan Algoritma Switching Erica+
- Implementasi Modul Pendaftaran Pelatihan Di Intranet PT. Telkom Dengan Menggunakan Teknik Aliran Pekerjaan
- Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pengembangan Jaringan Usaha untuk Teknik Pemasaran Networking Marketing
- Analisis Perbandingan Unjuk Kerja ATM CLS- Reassembly Mode Dengan ATM CLS- Streaming Mode Menggunakan Propotional Rate Control
- Studi dan Implementasi Algoritma Kriptografi SERPENT Untuk Penyandian Data
- Interpolasi Citra Digital Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metoda Radial Basis Function (RBF)
- Implementasi Linguistic Analysis pada Text to Speech Bahasa Indonesia dengan unit Ucapan Diphone
- Website Content Displayer Pada Telepon Seluler dengan Wireless Application Protocol
- Implementasi Kompresi Citra Warna Fractal Berbasis Recurrent Iterated Function Systems (RIFSs)
- Simulasi Implementasi Algoritma Ruting Virtual Path pada jaringan ATM berdasarkan konsep eqiuvalent bandwidth
- Analisis Transaksi SIP (Session Initiation Protocol) untuk IP Telephony dengan menggunakan Proxy Server dan Redirect Server
- Analisa Interoperabilitas Pemprograman Objek Terdistribusi dengan Menggunakan Arsitektur CORBA
- Peningkatan Performansi Penggunaan Fasilitas Short Message Service (SMS) lintas Operator dalam jaringan GSM
- Analisa Implementasi Fuzzy Controller Untuk Mengendalikan Aliran Trafik ABR Pada Jaringan ATM
- Aplikasi Chatting Berbasis Client/Server Pada Sistem Operasi Linux
- Perancangan dan Implmentasi Perangkat Lunak Visualisasi Objek Tiga Dimensi dengan Metode Perspektive Projection
- Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Menentukan Faktor Penyebab Kegagalan Terbesar Mahasiswa, dalam Pengambilan Mata Kuliah Aljabar Linear dengan Metode Analysis Hierarchy Proses
- Pendeteksian Wajah dengan Pengekstraksian Area Wajah yang Memanfaatkan Ruang Warna LHS
- Pengukuran Kemampuan Dengan Sistem Manajemen Pembelajaran Menggunakan Metode Asynchronous Learning Networks (ALN)
- Enkripsi XML ( Menggunakan Algoritma Triple Data Encryption Standard (3 DES) )
- Simulasi Pembayaran Three Party Dengan Pengamanan Bertingkat Pada E-Commerce
- Perancangan dan Implementasi Aplikasi Smartcard untuk Sistem Registrasi di STT Telkom
- Peningkatan Keamanan Jaringan dengan Intrusion Detection System Berbasis Distributed System
- Implementasi Teknik Data Hiding pada Pembangkitan Citra Fractal dengan Metode Pemfilteran Fourier
- Perangkat Lunak Visualisasi Objek 3D ‘Landscape’ Dengan Fractal
- Peningkatan QoS Voice over IP dengan mengimplementasikan FRF -12 pada Frame Relay
- Implementasi Data Mining untuk Penggalian Kaidah Asosiasi Menggunakan Metode Bottom Up Algoritma Eclat
- Pengenalan Pola Transaksi Pada Database Transaksi Menggunakan Data Mining Sequential Pattern
- Desain dan Implementasi Manajemen Jaringan Berbasis Web untuk Jaringan IP (Internet Protocol)
- Kompresi Citra Berwarna Menggunakan Metode Adaptive Huffman
- Pembangunan RPC (Remote Procedure Call) Pada UMS (Unified Messaging System)
- Sistem Realokasi Bandwidth pada XNMS
- Implementasi Elliptic Curve Cryptosystem pada Program Enkripsi - Dekripsi
- Implementasi dan Analisa Penggunaan Voice XML dan SOAP pada Aplikasi Pengaksesann Web dan Basis Data Berbasis Voice
- Routing Bebas Deadlock Dan Bebas Livelock Dengan Algoritma Prefix Routing Pada Jaringan Tak Teratur
- Analisis Terhadap Kemampuan Pendekatan Berorientasi Objek dalam Mengakomodasi Perubahan Kebutuhan pada Pengembangan Perangkat Lunak
- Implementasi BPCS- Steganography pada citra digital menggunakan metode Complexity Based Region Segmentation
- Penciptaan Pengguna Anonim dalam E-Commerce dengan Bantuan Sistem Pihak Ketiga
- Pemeriksaan Tata Bahasa dalam Kalimat Bahasa Inggris Menggunakan Algoritma Left Corner Parsing
- Analisa Quality Of Service Jaringan Paket Data GPRS Berdasarkan Mekanisme Retransmisi Selective Repeat
- Penentuan Posisi Benda Berdasarkan Intensitas Cahaya
- Pembangunan Prototype Kuis Interaktif Menggunakan Fasilitas Interactive Voice Response (IVR) dengan Studi Kasus di PT. Telkomsel
- Implementasi, Analisa dan Perbandingan Kompresi Audio MPEG-1 Layer 3, MPEG-2 Advanced Audio Coding dan Wavelet Packet Audio Coding
- Implementasi Autentikasi Citra Digital menggunakan Watermarks Berupa Has Citra dengan Transformasi Fourier
- Aplikasi Messaging Agent dengan Menggunakan User Preferences
- Implementasi Merchant Payment Gateway dan Certificate Authority Pada Transaksi E-Commerce yang Berbasis Smart Card
- Karya Tulis Ilmiah Bidan KTI KeBidanan
- 101 judul TA Faforit Teknik informatika
- Skripsi STT Telkom
- Tugas Ahir STT Telkom Bandung "contoh judul"
- Contoh Skripsi Untuk Teknik Informatika Berbasis mobile J2ME
- TA SKRIPSI TESIS APLIKASI
- Profil Anggodo VS Mahkamah Konstitusi
Monday, November 9, 2009
BAB 1 Kebidanan "BIDAN"Delima
BAB 1 Kebidanan "BIDAN"Delima
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tolak ukur keberhasilan dari kemampuan pelayanan kesehatan satu negara diukur dengan angka kematian ibu. Setiap tahun hampir sekitar setengah juta warga dunia harus meninggal karena persalinan, sehingga dilakukannya berbagai usaha untuk menanggulangi masalah kematian ibu. World Health Organisation (WHO) melaksanakan program menciptakan kehamilan yang lebih aman (Making Pregnancy Safer Program) atau Program Gerakan Sayang Ibu (Safe Motherhood Program) yang dilaksanakan oleh Indonesia sebagai salah satu rekomendasi dari konferensi Internasional di Mesir, Kairo tahun 1994 (www.rahima.or.id). Angka Kematian Ibu (AKI) menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002-2003 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Angka itu masih jauh dengan target yang ingin dicapai secara nasional pada tahun 2010 yaitu sebesar 150 per 100.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Profinsi Lampung, 2005).
Diperkirakan 90 % kematian ibu terjadi pada saat persalinan dan kira-kira 95 % penyebab kematian ibu adalah komplikasi obstetri yang sering tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu saat memberikan asuhan kepada ibu yang sedang bersalin, penolong harus selalu waspada terhadap masalah atau penyulit yang mungkin terjadi. Menunda memberikan asuhan kegawatdaruratan akan meningkatkan resiko kematian dan kesakitan ibu (Depkes RI, 2004). Pengelolaan persalinan merupakan salah satu standar pelayanan kebidanan dimana bidan harus terampil dalam memantau kemajuan persalinan dan terampil dalam melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman (Standar Pelayanan Kebidanan, 2001). Salah satu alat yang dapat digunakan dalam pengawasan kemajuan persalinan adalah partograf. Partograf merupakan grafik pemantauan kemajuan persalinan yang dapat menilai kondisi janin selama persalinan kala I.
Dalam melaksanakan praktek, bidan harus mampu memberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan terhadap wanita yang sedang hamil, melahirkan dan post partum, maupun masa interval, melaksanakan pertolongan persalinan di bawah tanggungjawabnya sendiri dan memberi asuhan pada bayi baru lahir, bayi dan anak balita dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia atau generasi penerus yang berkualitas. Asuhan tersebut termasuk tindakan pemeliharaan, pencegahan, deteksi serta intervensi dan rujukan pada resiko tinggi termasuk kegawatan pada ibu dan anak (Depkes, 2002). Bidan sebagai pemberi asuhan dalam pemantauan persalinan harus terampil dan menguasai dalam penggunaan partograf sehingga diharapkan disetiap persalinan dapat mendeteksi kemungkinan komplikasi sedini mungkin (Manuaba, 1998).
Prodi Kebidanan Metro adalah salah satu institusi yang akan menghasilkan bidan. Dalam praktek dilapangan, modal utama bidan adalah harus mampu melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman. Selain itu, bidan harus dapat memantau kemajuan persalinan untuk mendeteksi komplikasi dalam persalinan dengan sedini mungkin dengan menggunakan partograf. Belum pernah dilakukan penelitian mengenai pengetahuan mahasiswa tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro. Selain itu, penerapan materi partograf yang sudah diberikan belum pernah teruji di lahan praktek.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti gambaran pengetahuan dan mahasiswa tingkat II tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimanakah pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro?”.
C. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini sebagai berikut :
1. Jenis Penelitian : Deskriptif
2. Objek Penelitian : Pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro.
3. Subjek Penelitian : Mahasiswa tingkat II Prodi Kebidanan Metro.
4. Lokasi Penelitian : Prodi Kebidanan Metro
5. Waktu Penelitian : 4 Juni – 9 Juni 2007
D. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro tahun 2007.
E. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti
Sebagai penerapan mata kuliah metodologi penelitian dan menambah pengalaman serta wawasan peneliti mengenai partograf.
2. Bagi Prodi Kebidanan Metro
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan atau masukan dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa tingkat II Prodi Kebidanan Metro tentang partograf sehingga dapat diterapkan dalam praktek di lapangan.
3. Bagi mahasiswa
Dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang partograf dan diharapkan dapat diterapkan dalam praktek di lapangan.
4. Bagi pengembangan ilmu dan teknologi
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian lebih lanjut yang sejenis.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tolak ukur keberhasilan dari kemampuan pelayanan kesehatan satu negara diukur dengan angka kematian ibu. Setiap tahun hampir sekitar setengah juta warga dunia harus meninggal karena persalinan, sehingga dilakukannya berbagai usaha untuk menanggulangi masalah kematian ibu. World Health Organisation (WHO) melaksanakan program menciptakan kehamilan yang lebih aman (Making Pregnancy Safer Program) atau Program Gerakan Sayang Ibu (Safe Motherhood Program) yang dilaksanakan oleh Indonesia sebagai salah satu rekomendasi dari konferensi Internasional di Mesir, Kairo tahun 1994 (www.rahima.or.id). Angka Kematian Ibu (AKI) menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002-2003 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Angka itu masih jauh dengan target yang ingin dicapai secara nasional pada tahun 2010 yaitu sebesar 150 per 100.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Profinsi Lampung, 2005).
Diperkirakan 90 % kematian ibu terjadi pada saat persalinan dan kira-kira 95 % penyebab kematian ibu adalah komplikasi obstetri yang sering tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu saat memberikan asuhan kepada ibu yang sedang bersalin, penolong harus selalu waspada terhadap masalah atau penyulit yang mungkin terjadi. Menunda memberikan asuhan kegawatdaruratan akan meningkatkan resiko kematian dan kesakitan ibu (Depkes RI, 2004). Pengelolaan persalinan merupakan salah satu standar pelayanan kebidanan dimana bidan harus terampil dalam memantau kemajuan persalinan dan terampil dalam melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman (Standar Pelayanan Kebidanan, 2001). Salah satu alat yang dapat digunakan dalam pengawasan kemajuan persalinan adalah partograf. Partograf merupakan grafik pemantauan kemajuan persalinan yang dapat menilai kondisi janin selama persalinan kala I.
Dalam melaksanakan praktek, bidan harus mampu memberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan terhadap wanita yang sedang hamil, melahirkan dan post partum, maupun masa interval, melaksanakan pertolongan persalinan di bawah tanggungjawabnya sendiri dan memberi asuhan pada bayi baru lahir, bayi dan anak balita dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia atau generasi penerus yang berkualitas. Asuhan tersebut termasuk tindakan pemeliharaan, pencegahan, deteksi serta intervensi dan rujukan pada resiko tinggi termasuk kegawatan pada ibu dan anak (Depkes, 2002). Bidan sebagai pemberi asuhan dalam pemantauan persalinan harus terampil dan menguasai dalam penggunaan partograf sehingga diharapkan disetiap persalinan dapat mendeteksi kemungkinan komplikasi sedini mungkin (Manuaba, 1998).
Prodi Kebidanan Metro adalah salah satu institusi yang akan menghasilkan bidan. Dalam praktek dilapangan, modal utama bidan adalah harus mampu melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman. Selain itu, bidan harus dapat memantau kemajuan persalinan untuk mendeteksi komplikasi dalam persalinan dengan sedini mungkin dengan menggunakan partograf. Belum pernah dilakukan penelitian mengenai pengetahuan mahasiswa tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro. Selain itu, penerapan materi partograf yang sudah diberikan belum pernah teruji di lahan praktek.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti gambaran pengetahuan dan mahasiswa tingkat II tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimanakah pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro?”.
C. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini sebagai berikut :
1. Jenis Penelitian : Deskriptif
2. Objek Penelitian : Pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro.
3. Subjek Penelitian : Mahasiswa tingkat II Prodi Kebidanan Metro.
4. Lokasi Penelitian : Prodi Kebidanan Metro
5. Waktu Penelitian : 4 Juni – 9 Juni 2007
D. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang partograf di Prodi Kebidanan Metro tahun 2007.
E. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti
Sebagai penerapan mata kuliah metodologi penelitian dan menambah pengalaman serta wawasan peneliti mengenai partograf.
2. Bagi Prodi Kebidanan Metro
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan atau masukan dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa tingkat II Prodi Kebidanan Metro tentang partograf sehingga dapat diterapkan dalam praktek di lapangan.
3. Bagi mahasiswa
Dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang partograf dan diharapkan dapat diterapkan dalam praktek di lapangan.
4. Bagi pengembangan ilmu dan teknologi
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian lebih lanjut yang sejenis.
Sunday, November 8, 2009
Karya Tulis Ilmiah Bidan KTI KeBidanan
Karya Tulis Ilmiah Bidan KTI KeBidanan tak perlu bingung lagi berikut banyak contoh judul KTI Kebidanan
1. Pengetahuan Mahasiswa TIngkat II Tentang Partograf di Prodi ..... Tahun .....
2. Pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik pada balita usia 3-5 tahun di posyandu ... wilayah kerja puskesmas ....
3. Gambaran penatalaksanaan perawatan bayi prematur oleh tenaga kesehatan di ruang anak RSU .... tahun ...
4. Pengetahuan ibu balita tentang status gizi pada balita di kelurahan .... tahun ....
5. Faktor-faktor rendahnya penggunaan implant di kelurahan .... kecamatan ... tahun ...
6. Pengetahuan primigravida tentang tanda-tanda persalinan semu di klinik .... tahun .....
7. Gambaran sikap dan tindakan akseptor KB dalam mengatasi efek samping alat kontrasepsi suntikan (injectables) di BPS ..... tahun ....
8. Perilaku remaja putri dalam menangani keputihan di sekolah menengah umum negeri .... tahun ....
9. Gambaran perilaku ibu menyusui tentang pemberian ASI pada satu hari pertama di RB ..... tahun ....
10. Pengetahuan dukun terlatih tentang tiga bersih dalam pertolongan persalinan di desa .Banyak Contoh lainnya silahkan Lanjutkan.
11. Pengetahuan ibu menyusi tentang alat kontrasepsi selama laktasi di kelurahan ... tahun ....
12. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya mastitis pada ibu postpartum di BPS .... pada bulan Januari - Mei tahun ......
13. Karakteristik ibu hamil dengan anamia di puskesmas .... tahun ....
14. Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak teraturnya siklus menstruasi pada mahasiswa tingkat ....... program studi kebidanan ..... tahun ....
15. Gambaran pengetahuan ibu menyusui tentang manajemen laktasi pada periode post natal di Rumah sakit ibu dan anak ..... tahun .....
16. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya keikutsertaan suami menjadi akseptor keluarga berencana (KB) di desa .....
17. Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan ib hamil di puskesmas ..... tahun ....
18. Penatalaksanaan pijat bayi oleh dukun pijat bayi pada bayi usia 3-7 bulan di desa ..... tahun ....
19. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pre menstrual syndrom (PMS) pada wanita usia 25-35 tahun di kampung ..... tahun ....
20. Karakteristik ibu dengan perdarahan post partum di ruang kebidanan .... tahun .....
21. Gambaran pengetahuan akseptor KB suntik tentang efek samping depo medroxyprogesterone asetat (DMPA) di RB .....
22. Hubungan antara suami perokok dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja puskesmas .... tahun ....
23. Faktor-faktor rendahnya cakupan kunjungan ibu hamil yang ke empat (K4) di wilayah kerja puskesmas .... tahun ....
24. Gambaran faktor-faktor penyebab terjadinya ketuban pecah dini di ruang kebidanan RSUD ..... tahun ....
25. Gambaran karakteristik ibu bersalin dengan ekstraksi vakum di RSUD ..... tahun ....
26. Gambaran aktivitas seksual wanita menopause di desa .
27. Gambaran penatalaksanaan manajemen aktif kala III oleh bidan di ruang bersalin RSUD ..
28. Faktor-faktor penyebab gangguan pemberian ASI pada ibu di desa ..... tahun ...
29. Gambaran penatalaksanaan pre-operasi seksio sesarea di ruang bersalin rumah sakit umum daerah ...... tahun ....
30. Gambaran pasangan usia subur yang tidak mengikuti keluarga berencana di kelurahan ..... tahun ..
31. Pengetahuan bidan tentang penanggulangan nyeri persalinan non farmakologis di wilayah kerja puskesmas ...... tahun ...
32. Pengetahuan dan sikap siswa kelas 1 SMP tentang pubertas di SMP .... tahun ...
33. Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang melahirkan di bidan di desa ....
34. Karakteristik kejang demam pada anak di rumah sakit umum ..
35. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan KIA oleh bidandi puskesmas ..... tahun .
36. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas .... tahun ..
37. Pengetahuan dan sikap bidan dalam penatalaksanaan manajemen rujukan pada ibu bersalin dengan kelainan obstetri di wilayah puskesmas ...... tahun .
38. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya akseptor IUD di desa ..... tahun ....
39. Gambaran penatalaksanaan pemberian ASI pada ibu seksio sesaria di RSU ..... tahun ..
40. Gambaran peran serta kader dalam kegiatan posyandu di kampung ..... wilayah kerja puskesmas ... tahun ..
41. Pengetahuan ibu menyusui tentang dampak pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan di Desa ..... tahun ...
42. Gambaran pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara di SMA ...... tahun ...
43. Faktor penyebab rendahnya pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seks di SMP ..... tahun ...
44. Gambaran pengetahuan klimakterium tentang menopause di dusun ..... desa....kec.... tahun ....
45. Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang kunjungan neonatal di BPS .... tahun .
46. Gambaran karakteristik ibu hamil dengan pre eklampsi dan eklampsi di ruang kebidanan RSUD ... tahun ..
47. Faktor-faktor rendahnya kunjungan balita di posyandu .... desa..
48. Gambaran puskesmas mampu pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar (PONED) di Puskesmas ...
49. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pendamping ASI pada bayi kurang dari 6 bulan di wilayah kerja puskesmas .... tahun
50. Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang perdarahan antepartum di RSUD .... tahun .....
Info yang jangan ditinggalkan:
1. Pengetahuan Mahasiswa TIngkat II Tentang Partograf di Prodi ..... Tahun .....
2. Pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik pada balita usia 3-5 tahun di posyandu ... wilayah kerja puskesmas ....
3. Gambaran penatalaksanaan perawatan bayi prematur oleh tenaga kesehatan di ruang anak RSU .... tahun ...
4. Pengetahuan ibu balita tentang status gizi pada balita di kelurahan .... tahun ....
5. Faktor-faktor rendahnya penggunaan implant di kelurahan .... kecamatan ... tahun ...
6. Pengetahuan primigravida tentang tanda-tanda persalinan semu di klinik .... tahun .....
7. Gambaran sikap dan tindakan akseptor KB dalam mengatasi efek samping alat kontrasepsi suntikan (injectables) di BPS ..... tahun ....
8. Perilaku remaja putri dalam menangani keputihan di sekolah menengah umum negeri .... tahun ....
9. Gambaran perilaku ibu menyusui tentang pemberian ASI pada satu hari pertama di RB ..... tahun ....
10. Pengetahuan dukun terlatih tentang tiga bersih dalam pertolongan persalinan di desa .Banyak Contoh lainnya silahkan Lanjutkan.
11. Pengetahuan ibu menyusi tentang alat kontrasepsi selama laktasi di kelurahan ... tahun ....
12. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya mastitis pada ibu postpartum di BPS .... pada bulan Januari - Mei tahun ......
13. Karakteristik ibu hamil dengan anamia di puskesmas .... tahun ....
14. Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak teraturnya siklus menstruasi pada mahasiswa tingkat ....... program studi kebidanan ..... tahun ....
15. Gambaran pengetahuan ibu menyusui tentang manajemen laktasi pada periode post natal di Rumah sakit ibu dan anak ..... tahun .....
16. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya keikutsertaan suami menjadi akseptor keluarga berencana (KB) di desa .....
17. Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan ib hamil di puskesmas ..... tahun ....
18. Penatalaksanaan pijat bayi oleh dukun pijat bayi pada bayi usia 3-7 bulan di desa ..... tahun ....
19. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pre menstrual syndrom (PMS) pada wanita usia 25-35 tahun di kampung ..... tahun ....
20. Karakteristik ibu dengan perdarahan post partum di ruang kebidanan .... tahun .....
21. Gambaran pengetahuan akseptor KB suntik tentang efek samping depo medroxyprogesterone asetat (DMPA) di RB .....
22. Hubungan antara suami perokok dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja puskesmas .... tahun ....
23. Faktor-faktor rendahnya cakupan kunjungan ibu hamil yang ke empat (K4) di wilayah kerja puskesmas .... tahun ....
24. Gambaran faktor-faktor penyebab terjadinya ketuban pecah dini di ruang kebidanan RSUD ..... tahun ....
25. Gambaran karakteristik ibu bersalin dengan ekstraksi vakum di RSUD ..... tahun ....
26. Gambaran aktivitas seksual wanita menopause di desa .
27. Gambaran penatalaksanaan manajemen aktif kala III oleh bidan di ruang bersalin RSUD ..
28. Faktor-faktor penyebab gangguan pemberian ASI pada ibu di desa ..... tahun ...
29. Gambaran penatalaksanaan pre-operasi seksio sesarea di ruang bersalin rumah sakit umum daerah ...... tahun ....
30. Gambaran pasangan usia subur yang tidak mengikuti keluarga berencana di kelurahan ..... tahun ..
31. Pengetahuan bidan tentang penanggulangan nyeri persalinan non farmakologis di wilayah kerja puskesmas ...... tahun ...
32. Pengetahuan dan sikap siswa kelas 1 SMP tentang pubertas di SMP .... tahun ...
33. Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang melahirkan di bidan di desa ....
34. Karakteristik kejang demam pada anak di rumah sakit umum ..
35. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan KIA oleh bidandi puskesmas ..... tahun .
36. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas .... tahun ..
37. Pengetahuan dan sikap bidan dalam penatalaksanaan manajemen rujukan pada ibu bersalin dengan kelainan obstetri di wilayah puskesmas ...... tahun .
38. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya akseptor IUD di desa ..... tahun ....
39. Gambaran penatalaksanaan pemberian ASI pada ibu seksio sesaria di RSU ..... tahun ..
40. Gambaran peran serta kader dalam kegiatan posyandu di kampung ..... wilayah kerja puskesmas ... tahun ..
41. Pengetahuan ibu menyusui tentang dampak pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan di Desa ..... tahun ...
42. Gambaran pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara di SMA ...... tahun ...
43. Faktor penyebab rendahnya pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seks di SMP ..... tahun ...
44. Gambaran pengetahuan klimakterium tentang menopause di dusun ..... desa....kec.... tahun ....
45. Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang kunjungan neonatal di BPS .... tahun .
46. Gambaran karakteristik ibu hamil dengan pre eklampsi dan eklampsi di ruang kebidanan RSUD ... tahun ..
47. Faktor-faktor rendahnya kunjungan balita di posyandu .... desa..
48. Gambaran puskesmas mampu pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar (PONED) di Puskesmas ...
49. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pendamping ASI pada bayi kurang dari 6 bulan di wilayah kerja puskesmas .... tahun
50. Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang perdarahan antepartum di RSUD .... tahun .....
Info yang jangan ditinggalkan:
Subscribe to:
Posts (Atom)

